Thursday, October 7, 2010

tarian kusut

Aku ingin bercumbu dengan tubuhku ddalam genangan air,terasa ringan dan tak berbeban.
aku ingin mencium bibirku hingga terasa basah.lembab aku menarik?.
Disana ada yang menungguku,mencium bauku,melambai tangannya dan menanam kaktus atau ilalang.
dengan tarian lemah tangan membentang,kaki ku bersilang.
aahhhh...aku lahir menatap langit.
sunyi dan terik bersama gema suaraku duet begitu sengit,
tak apa-apa bumi ini milikku,Tuhan itu ayahku,kalau nangis tinggal cium namanya.
Aromanya sedatar air mata,rasanya asin.
aku menari lagi...Tuhan,Tuhan,Tuhan.....lalalalala...
Aku ruh mu yang bugil terlentang menjajakan dosa,
aaah lancang?, tidak yang marah marah itu mereka
yang teriak teriak itu mereka,semua dusta,dusta.

Sekarang aku tumbuh menjadi gadis penuh aroma perawan,
mereka datang,mereka datang menjual kelamin dan cinta.
hati-hati,hati-hati...
Tetap saja wanita butuh cinta,tubuh,aroma perjaka dan akhirnya meratap ratap dengan air mata.
aaahhh aku jadi bhikkhuni atau berbakti pada rumahmu didunia sajalah.
tubuhku nanti dinikmati tubuh yang salah,besok tinggal abu abu berlipat dan abu abu kelam dibenam tanah.
gelap,gelap ternyata selaput ini tipis tapi gelap menutup mata tak berlensa,
berjalan terbata bata,kadang meraba.
menunggu hujan menangis bersama.
hatiku tenyata yang terdistorsi .
tak hamil tapi aborsi.




0 comments:

Post a Comment