Tuesday, August 31, 2010

Monday, August 16, 2010

serapah kemuka muka penukik emosi.


Disini aku masih menyimpan dendam kepada
para pantek pantek yang menyimpang,
menghilir hulu mataku menjadi buram
sarat dendam.
kutunggu lagi dgn tangan menggenggam,
menyusun ludah serapah
kemuka muka penukik emosi.
Sedikit sugesti aku jd kesetanan merajut akar murka
berindukkan Dajjal.
Astaga!!!,Dunia ku kiamat dalam rujukan sendiri.
buat aku beriman seperti yg kau janjikan akan tentram.
balutan samsara roda kehidupan,aku tertipu.
bentak memberang untuk sadistik kesendirian.

Aku benci perempuan perempuan itu,
kalau semua kubenci gila sudah otakku.
Semua tak bisa dibendung dengan
sepasang pandangan mataku,
bahkan untuk menjeling 90 derjat pun tak bisa.
Apa lagi menangkap tindakan mu sepenuhnya. 
Disini aku tetap merangkap bersama gundah,
karena kau manusia aku selalu menjadi gundah.
Untuk semua perputaran otakku
yang berkelit kisah silam,