Sunday, July 4, 2010

4th july 10

Kalau kamu tau tentang rasanya dihantam waktu,mungkin kau akan seperti aku.
Mengejar,terburu buru seakan- akan hari esok pintu nyawaku tertutup rapat,atau mereka yg disekitarku lenyap.
Lenyap dan takkan kembali.
Lenyap walaupun logika mengacuhkannya,mengukur dari kesadaran juga kekuatan apapun tak kan bisa lagi.
Semuanya tertanam dibumi yg bulat,didalam tanah dan juga masih berpijak.

Aku selalu mengatakan,waktuku tidak banyak.
Sebenar benarnya,waktu diantara kita.
Aku yg akan pergi mendahului,atau aku yg akan kehilangan lagi.
Padahal tadi siang semuanya duduk manis di ilalang liar yg lembut,
tak diduga aku mendengarkan lagu nyanyian hampa,penghantar malam yang kelam.
Bahkan anggrek bulan biru terasa mengitari seluruh halaman.
Kujilat lagi langit,tetap tak bergeming.
Kucubit lagi pohon kaktus,tetap menusuk.
Akhirnya kucabut sendiri pembuluh darahku,darah merah segar menetes dibibirku.
Aku hidup,tetap hidup dan bernafas.
Jantungku tetap berdetak berirama dgn melodi neraka,
entah aku akan disana,atau memang dunia ini adalah dia?.

Aku yg tak pernah dimiliki,
aku yg tak pernah memiliki,
aku yg tak pernah memberi,
aku yg selalu diberi.
Masih menyemai luas yg telah lalu dan hanya berjejak kotor.
Seperti pelacur muda yg menghamba utk melupakan.
Dengan mengatas namakan beranjak terus beranjak dari jurang sempit yg dalam.

0 comments:

Post a Comment