Monday, June 21, 2010

Berbincang

Untuk satu dimensi dengan lantai yang sama,
kita menghadap searah membujur kebarat.
Aku menekan waktu,
dia padat,penuh,aku tak sesak,dan merasa dia berhenti penuh arti.
Empat tangan bertemu dalam satu lipatan.
Empat kaki juga saling meninding dan menyilang.
Kita berbicara selayaknya manusia,
hari yang lelah,tubuh yang letih dan lipatan lipatan yang terus berkelit hingga itu perselisihan, dan penjabaran menuju kemarahan.
Dalam satu dimensi dua tubuh berbalut daging yang sempurna ini.
Masih akan berlanjut roda kehidupan yang sama.
Masih?.

*Dalam tanggal PERDEBATAN,bulan PERTENGKARAN,di tahun saat BERSAMAAN,pada jam TAK BERKETENTUAN*

Suara layu.

Berbicara tentang romania,
aku tak tau sayang.
Apakah tempat itu ada gladiatornya?,atau kuda pegasus?.
Sama halnya benakku yg kacau,
ribuan detik akhir ini begitu melancholis.
Yang hangat terasa sangat menusuk,
dan jiwa pasrah menggema berpencar.

Kalau berbicara tentang vatikan sayang,
aku bahkan begitu putih tentangnya.
Sama halnya dgn masalah baru yang terus mengetuk seluruh badanku,sakit.

Nyanyikan lagi lagu lullaby untukku,
diruang yang dingin,
mungkin digua yg dalam dan panjang,
lagu lullaby yg mematikan,
untuk semua tubuhku yang teriris berantakan,
terhenyak dalam endapan suara falesmu.
Tapi tetap sarat dengan sisi pembunuhan yg tersirat.

Jika aku terus bertanya tentang kota lain sayang,
negara kematian dgn ibu kota kehidupan,
kita berada di dusun awang,
dusun pertanyaan,dusun pencarian,segala dusun sarat dengan setan juga malaikat.
Bagiku juga replika surga dan neraka,dusun yg tak pernah ada.

Entah buku apa yg kau baca,
tempat apa yg kau duduki,
begitu lepas dari semua pertanyaan,
pertanyaan kenaivan dan perasaan gelap yang terus bergulat,terasa kental dipembuluhku,
galau dalam pradeo sendiri.

Aku berbicara dgn diriku sayang,bukan kekasihku,Tuhan,Teman,bahkan Ayahku.
Duplikat Tubuh yg menggerayang.
Kertas yg transparan dengan pena halimun.

Berbicara tentang atlantik sayang?..
Heeh~
tubuhku yg dicermin,seperti kotanya yang hilang.
Terpendam dlm cairan bening,
selamanya? Atau sementara?,
kuharap.

Sunday, June 13, 2010

Balada malam untuk ayah.

Dalam jeritan malam aku meraung mengingat namamu,
selalu,selalu lepas jauh dari mu.
Kenapa?,aku bertanya kepada tuhan
Kenapa tak pernah aku berdiri 5 menit sejengkal tubuhku didekatmu?.
Kenapa aku hanya berani menangis dibalik bantal mengedapkan suara,
Berteriak Aku cinta Ayahku,
Aku selalu bersalah unutkmu,
kelakuan ku penuh nista dan terkadang tanpa sengaja membawa namamu dalam kubangan kesalahan,dicerca juga dihina "dia anak siapa?,orang tua tak becus".
maafkan aku,(aku hanya melirih).

jika langit itu lorong yang panjang,
Besar menggema suaraku,
Aku cinta ayahku!!!,
berikan aku pelukan hangatmu,
Gantikan cinta ibuku yang membayang,
juga istrimu yang menghilang.
duka kita berdua, itu lelucon dari Tuhan.

Tanganku menggeletar merindukanmu,
susu panasku terasa asin,
aku ingat keretakan suaraku membuas saat menghantam nasehat didikmu,
Betapa pembangkangnya aku,
aku akan selalu menangis setelah itu,
Kenapa darah yang sama harus saling menolak,menggelombang menerpa hancurkan karang hati.
Aku marah suara yang tak pernah menyatu,
Aku benci kenaivan anak bapak yang menyebalkan ini.
Aku kecewa tak berani menangis didepanmu.

Percayalah takkan ada kaki Pelangi tersangkut dirumah kita,
Percayalah takkan ada Pagi cerah akan segera datang,
Percayalah gelombang takkan pernah tenang,
Percayalah leluhur di Beijing takkan mengenal kita,
Percayalah takkan pernah tabungan dibank penuh seperti Donald Trumph,
Percayalah Mama takkan pulang,
Percayalah Kota tua akan tinggal kenangan.
Uuntuk semua kenyataan yang kelam,
Percayalah akan aku yang selalu sayang,
Selalu membicarakan tentang sayang kepada papa ku Tatang,
dari anak gadisnya yang nakal dan Pembangkang.

(zhuo AnQi)