Wednesday, April 28, 2010

Luka tersembunyi di sela jiwa jiwa yang hidup dan mengalir silih berganti,
Luka yang tersembunyi,
Tanpa jejak,Tanpa bukti,Tanpa saksi.

Luka yang menyendiri, walau di ucap tak akan berarti.
hanya menimbulkan praduga yang menyudutkan.
Luka yang menanti,
menanti setiap saat untuk siap merebah.
bertambah besar,lebar,dan menjadi mega mega dalam diri.

Luka ini terus mengkaku
membentuk lipatan lipatan seperti jeruji penjara.

Tuesday, April 13, 2010

Berteduh dibawah awan atau berlari dari matahari?.
mengerang takdir atau menepis badai?.
tidak , berlari , berlari  , berlari dengan kaki telanjang dan membawa pisau .
atau membawa jiwamu yang baru terpecah dari lapisan kaca.
kau takut hingga mengintai dari kelambu?.
tunjukkan mata indahmu , kau bisa menyayat mereka.

Lihatlah betapa tengil nya dia ,
aahh.. itu kau yang berkata,
kau hanya manusia yang sama punya usus membusuk , darah perawan ,hingga daki menempel ditubuh.

apa langit mendengar?.
tentu, kabarmu sudah terbawa,
hanya tubuhmu menguap hingga membatasi udara seakan mengendap.
apa ada tuhan melihat?.
haha..ya tentu, jika kau melihatnya juga.
apa kau tidak takut terkikis dengan bencana?.
jangan kau tanyakan.
dan juga jangan tanyakan berdoa untuk apa,
kau berdoa untuk perlindungan ?,
itu hanya sikap naiv yang hanya tau meminta.

Siapa dirimu yang meminta?.
apa pantasmu mengambil?.
bisikkan pada kau yang terbungkus dengan sampah kesucian.
ya , tiap hari aku memaki, memaki entah siapa yang kumaki.
kumaki dengan bayangan sekelompok yang di blur.
membekas , menghitam , di langit langit,
menyeruak di rongga mulut.