Sunday, November 8, 2009

Melepas yang tersulit

Rasanya bertingkah dalam kepura pura'an itu cukup melelahkan seperti menahan kaki yg terkilir untuk tetap meneruskan perlombaan estafet.
Tapi tidak ingin juga penonton dan teman satu tim kecewa dan khawatir mengetahui keadaan kaki itu.

Semua yang terjadi sangat baru,dunia atau lingkungan apa takdir yang mengenalkan kepadaku entah lah itu,terkadang membuat tak bisa mempelajarinya,terkadang mendadak,terkadang terlalu besar,terkadang menyeramkan.
Jadi berpikir...
Kenapa 2 orang anak diusia yang sama,pencarian yang sama,kesenangan yang dasarnya bersifat universal, namun bisa diberi masalah yang sangat tidak seimbang.
Kata mereka, Tuhan tidak pernah memberi masalah yang bagi umatny tidak mampu untuk mengatasinya.
Tidak habis pikir apa perbedaan dari ke dua anak itu.
Aku tidak percaya takdir,nasib atau apapun itu.
Yang ada hanya cerita hidup seseorang dengan segala upaya untuk berjuang,bertahan,belajar dan berdiri sebagai manusia.

Bisa dibilang aku tidak percaya Tuhan, tapi tetap bersukur kepada seseorang entah siapa itu dan kupanggil saja Tuhan.
Ah..perasaan yang gila dan aneh.

Aku benci,lebih tepatnya bingung. kenapa aku?,Apa maksud dari semua ini?, kenapa tidak ada satupun kenormalan yang terjadi sejak lahir sampai sekarang.
Normal seperti mereka mereka lainnya,..atau aku yang normal dan mereka tidak?.
Semua yang indah yang terjadi,tak pernah lagi di gubris.
Takut terbawa suasana dan akhirny terlalu hancur untuk diperbaiki.

Dan kali ini aku belajar..
Belajar melepas sesuatu dan bahkan semua yang berharga,yang disukai,yang disayang,dan semuany berujung sulit.
Tapi pada akhirnya itu akan membuat ku jauh lebih baik.

0 comments:

Post a Comment