Saturday, November 28, 2009

Ternyata Sedang terjatuh di lubang masa lalu

Tidak ingin menyatakan diri ini tidak memiliki apapun,kesepian dan selalu dalam kesendirian.
Tapi tidak bisa juga memungkiri keadaan sebenar yang terjadi.
Semakin aku berada di keramaian,semakin aku terpuruk dengan ingatanku dan merasa kehilangan semuanya.
Aku melihat anak anak muda yang sedang hang out dan tertawa cekikikan,
aku melihat sepasang,duapasang ah banyak sekali pasangan,
aku melihat sosok seorang ayah,
aku melihat ibu yang sedang bermain dengan anaknya,
aku melihat keluarga yang sedang membeli bahan masak makan malam,
aku melihat kakek yang sedang duduk,
aku melihat anak kecil yang lagi usil usilan.
Ramai bukan?.

Ya benar,
Aku punya sahabat tapi terkadang tidak ada,
aku punya ayah tapi tidak pernah bisa menemani,
aku punya ibu tapi tidak menginginkan aku,
aku punya adik tapi sangat jauh,
aku punya kakek tapi sudah pergi,
aku tidak punya kenangan semua itu,dan betapa bodohny masih berusaha menciptakan suasana yang diharapkan.

Aku kira usaha ku sebagai penengah akan berhasil untuk mewujudkan keluarga yang memang ada,dan menjadi benar benar ada.
Aku kira usahaku akan membuatku bisa leluasanya bicarain tentang sesama kami,
tapi walaupun tidak bisa satu keluarga,
setidaknya aku punya ibu yang menanyakan kabar ku dengan pacarku ( kalau ada), menemaniku potong rambut,beli pakaian dalam,
atau setidaknya aku punya ayah yang mau kuajak ke mal,sudah terbayang difikiran kami bergaya di photobox.
Itu semua setidaknya ya.

Usahaku untuk tetap 'menggila' saat bicara dengan mereka,ku kira dengan sifat periang akan lebih mudah mendekatkan diri dan bicara apa saja.
Tapi ternyata tidak ya?.

Ada yang bilang aku terlalu terpuruk dengan masa lalu dan imajinasi 'tolol' ku.
Sampai saat itu aku belum tau kalau aku sedang terpuruk dan jatuh,selama ini ku kira aku baik baik saja,terus melangkah kedepan, fikiran dan hati selalu menatap maju.

Kemarin aku mencoba mengajak ayah jalan jalan,sebelum itu diotakku sudah berputar kaset cerita yang kubikin sendiri. Kami akan begini,begitu dan banyak hal,yg pada akhirny aku punya foto yg bisa ku pamerin di facebook dan kupampang jadi profil picture..hahaha..
Lebih bahagia dan bangga yang luar biasa jika foto itu dijadi'in profil pict dr pada hasil karyaku.
Tapi yang ada hanya uang ditanganku dan berkata 'papa gak bisa pergi..untuk apa'..

Sesaat di otakku bergumam
'aku lebih suka kauw ikut pa,dari pada uang yg ikt disaku ku'..

Setelah itu,Baru mengakui dan benar benar sadar..kalau diri ini benar benar terpuruk dengan masa lalu.

Sunday, November 8, 2009

Melepas yang tersulit

Rasanya bertingkah dalam kepura pura'an itu cukup melelahkan seperti menahan kaki yg terkilir untuk tetap meneruskan perlombaan estafet.
Tapi tidak ingin juga penonton dan teman satu tim kecewa dan khawatir mengetahui keadaan kaki itu.

Semua yang terjadi sangat baru,dunia atau lingkungan apa takdir yang mengenalkan kepadaku entah lah itu,terkadang membuat tak bisa mempelajarinya,terkadang mendadak,terkadang terlalu besar,terkadang menyeramkan.
Jadi berpikir...
Kenapa 2 orang anak diusia yang sama,pencarian yang sama,kesenangan yang dasarnya bersifat universal, namun bisa diberi masalah yang sangat tidak seimbang.
Kata mereka, Tuhan tidak pernah memberi masalah yang bagi umatny tidak mampu untuk mengatasinya.
Tidak habis pikir apa perbedaan dari ke dua anak itu.
Aku tidak percaya takdir,nasib atau apapun itu.
Yang ada hanya cerita hidup seseorang dengan segala upaya untuk berjuang,bertahan,belajar dan berdiri sebagai manusia.

Bisa dibilang aku tidak percaya Tuhan, tapi tetap bersukur kepada seseorang entah siapa itu dan kupanggil saja Tuhan.
Ah..perasaan yang gila dan aneh.

Aku benci,lebih tepatnya bingung. kenapa aku?,Apa maksud dari semua ini?, kenapa tidak ada satupun kenormalan yang terjadi sejak lahir sampai sekarang.
Normal seperti mereka mereka lainnya,..atau aku yang normal dan mereka tidak?.
Semua yang indah yang terjadi,tak pernah lagi di gubris.
Takut terbawa suasana dan akhirny terlalu hancur untuk diperbaiki.

Dan kali ini aku belajar..
Belajar melepas sesuatu dan bahkan semua yang berharga,yang disukai,yang disayang,dan semuany berujung sulit.
Tapi pada akhirnya itu akan membuat ku jauh lebih baik.

Thursday, November 5, 2009

Ini Tema (hidup) ku

Jangan pernah bilang aku rapuh kalau kau tidak tau siapa aku.
Jangan pernah sekalipun menatap ku dengan tatapan iba bagaikan melihat anak kecil yang kucel,hilang diantara para prajurit yg sedang berperang dunia ke 2.
Kauw tidak pernah tau dari mana asalny sobekan baju ku, tubuh yg penuh keringat dan lengket,rambut tak terurus,tatapan mata yg tajam tapi miris.Yang pada akhirnya aku tetap kembali dengan badan ku yang utuh walau hati penuh jahitan.
Kalau kauw lihat perjuangan ku untuk tetap kemb
ali,mungkin kau akan terdiam untuk sekian menit.
Dan menatap dirimu sendiri,menatap diriku, seolah olah sedang membandingkan.

Aku tidak meminta mu untuk memuji ku dan memuja muja.
Tapi jangan pernah bilang aku rapuh,karena sama saja menjebakku ke masa lalu.
Perkataanmu setidakny bisa menjadi sugerti secara tidak langsung.

Bantu lah aku ,jika kauw tau mana yang lebih tepat.
Aku ingin tumbuh menjadi orang dewasa dengan penuh kebijaksanaan,bukan menjadi seseorang yang asal tumbuh.

Tak pernah menyalahkan Dia,aku ,Apa lagi Tuhan.
Lebih baik aku diberi tau 24jenis warna atau lebih,biar tau apa bedanya.
Dari pada harus selalu menyukai 1 warna kesukaan.