Monday, October 26, 2009

Harga curhatan (curahan hati) mu

Pernah terpikir tidak semua kata kata yang kamu keluarkan benar benar harus dipertimbangkan dengan benar?.
Baru mengerti akan pemikiran orang bijak, yang ber opini dan menggerakkan bibir mereka dgn kata kata yang terasa klop didengar dan menyatu dihati , membuat berpikir di otak.

Setiap orang pasti punya karakter yang berbeda,
and now i want talk bout how much the appreciate of ur words n opinion gave to them for their story?..

Akhir akhir ini terpikir kalau sebenarnya harga dari sebuah curhat ( curahan hati) atau pun cerita kita terletak pada pendapat pendengar.
Tapi bisa juga dikategorikan sebuah 'ketertarikan'.
Hal ini bukan seperti memberi barcode ataupun label harga di setiap barang di toko.
Namun pada dasarny manusia itu ingin dihargai dan membuat semua dalam dirinya itu menarik.
Permainan kata kata adalah permainan paling menarik,menantang, dan berbahaya bagiku.
Kau dibuat merasa bangga,bahagia,sedih,kesal,dendam dan ribuan rasa emosi lainnya.
Bagiku,kata kata adalah harga paling mahal diantara harga lainnya. Tak peduli kau bandingkan dengan mobil sedan,pesawat atau apapun barang miliaran nilainya.

Kau mengertikan maksud ku ini?..

Tapi nilai sebuah ceritamu juga tergantung dari sipenilai.
Tidak semua penilai (pendengar) itu tepat memberikan harga dari ceritamu, bisa saja harga yang kau berikan kepada si penilai itu salah.
Well,be wise i think.
Bijak sebagai pendengar dan pendongeng.

Thursday, October 15, 2009

my new stuff...

Tuesday, October 13, 2009

Tatapan sehari

Disaat kezaliman diri menggandrungi,usai lah sudah pikiran sehatmu bertempat.
Terasa gelap menghantui,tapi sebenarnya ada disini dan berdiri dipadang dandelion.
Haii!!...
Ucapkan salam untuk dirimu.
Pantulkan tubuhmu dikaca mengalir,
lihat lah dirimu diantara kekaburan itu.
Kau tidak sempurna,tapi kau terlihat cantik disana.
Kau sangat sempurna, tapi kau terlihat biasa disana.
Karena itu berkacalah disana.

Meradang.
Amarahmu bak meriam di zaman sinbad.
Sangat banyak bukan??..
Karena kau disamudra biru.
Terlihat lebih luas dari langit diatas tubuhmu..
Kau masih kecil anak muda,
belum semuanya kau layari.
Karena itu kau bilang itu luas.

Sesaat kauw menjadi kerikil.
Tajam,diinjak sangat pilu bukan sakit.
Inginnya kamu di kotak kristal,tapi kau ditendang bukan?.
Kau masih di atas lumpur.
Siapa yang akan melihatmu?.


Dan kini telah menjelma,Semalam suntuk terpaku diatas atap rumah.
Hela'an napas seperti hembusan angin.
Tapi tetap menyimpan semua duka.

Nilai si gadis

Aku gadis yang pintar.
Aku gadis yang cerdas.
Aku gadis yang penuh semangat.
Aku gadis yang sedikit menggila.
Aku gadis yang usil.
Aku gadis yang nekat.
Aku gadis yang kasar.
Aku gadis yang penuh imajinasi.
Aku gadis yang tegar.
Aku gadis yang sangat berprasaan.
Aku gadis yang bisa berpujangga jika waktunya.
Aku gadis yang penuh masalah.
Aku gadis yang tempramental.
Aku gadis yang mencoba serba bisa.

Tidak semua yang bisa terlintas dan kutulis tentang aku si gadis.
Tapi yang paling penting,
Aku adalah gadis yang berani menghargai diriku sendiri dengan memberi nilai A untuk diri sendiri.

Karena aku juga ingin kau,kau,dan kalian semua memberi nilai A jika sudah mengenal aku.

Aku ingin kau TENANG!!

Tenang!!
Dengarkan aku bicara
Tenang!!
Biarkan aku melepas amarah
Tenang!!
Jangan terucap sedikit pun kata kata dari mulutmu
Tenang!!
Lihatlah keadaan ku
Lihatlah kebencian ku
dan mengertilah alasan sebenar ku

Aku memaki bukan karena aku kasar.
Aku mendendam bukan karena aku jahat.
Aku menendang bukan karena aku jagoan.
Aku dan amarahku.
Aku dan kesakitanku.
Aku dan kebencianku.
Meronta ingin segera terlepas.
Terasa disetiap sarafku,
terasa disetiap kubik darahku.
Memacu semua sistem tubuh.

Dan hanya 1 kata terkotor yang ingin terucap "jalang".
dan hanya 1 tindakan yang ingin dilalukan "meninjumu".
Dan hanya 1 tatapan yang akan terlihat "kekesalan yang luar biasa".
Dan hanya 1 akhir yang terjadi "karma".

Tenang!!
Dengarkan saja aku bicara
Tenang!!
Aku tidak ingin mengerti lagi

Rasa KESAL lebih menyakitkan dari rasa MARAH.
Tenang!!
Dan kau pikirkan itu.

Friday, October 2, 2009

Pria di tahun 1928

Terpampang nama mu atas altar.
Terbaca tiga kata bahwa itu dirimu.
Masih tersisa serial drama kesukaan mu di tv,
tapi kau pergi tanpa menghabiskan biskuit disebelahmu.

Tertidur aku dikursimu, tanpa menghimpit lagi badan mu.
Berbicara aku di kamarmu, tanpa lagi balasan dari mu.
Terpakai aku sumpitmu, tanpa harus menunggu mu selesai mengunyah.
Terbangun aku dari tidur malam, tanpa kamu memanggil ku.

Tak pernah ku tapaki kaki ku di rumah Tuhan.
Tak pernah lagi ku jatuhkan lutut ku dilantai untuk meminta kepada-Nya.
Bukan benci diri-Nya,
hanya sedikit kekesalan yang tak tau harus apa.

Tak bisa lagi kulihat diri mu jika mata ingin menatap.
Tak bisa lagi bermain dengan mu jika diri ingin bergerak.

Tak ingin ku ingat,kau menangis untuk pertama kalinya kulihat.
Tak ingin ku ingat,kau menyebut namaku dimalam sebelum kau pergi.
Tak ingin ku ingat,cara mu meninggalkan aku tepat dihadapan mu.

Aku mencoba meraba jiwamu sampai sekarang.
Aku menunggu kedatanganmu di depan pintu sampai sekarang.
Aku tetap berdiri dirumah mu,bukan di batu yang ada nama mu.
Aku marah kau selalu tak datang,tapi yang ada aku marah hingga menangis.
Aku tak malu jika dengan menjerit kau akan datang.

Aku ingin kau datang.
Aku marah jika kau tak datang.
Aku ingin kau datang.
Aku akan menunggu hingga kau datang.

(1928-2008)